Senin, 24 Januari 2011

Definisi Guru menurut Wikipedia Indonesia

Guru (dari Sanskerta: गुरू yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Arti umum
Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru. Beberapa istilah yang juga menggambarkan peran guru, antara lain:

Arti khusus 

Dalam agama Hindu, guru merupakan simbol bagi suatu tempat suci yang berisi ilmu (vidya) dan juga pembagi ilmu. Seorang guru adalah pemandu spiritual/kejiwaan murid-muridnya.Dalam agama Buddha, guru adalah orang yang memandu muridnya dalam jalan menuju kebenaran. Murid seorang guru memandang gurunya sebagai jelmaan Buddha atau Bodhisattva.Dalam agama Sikh, guru mempunyai makna yang mirip dengan agama Hindu dan Buddha, namun posisinya lebih penting lagi, karena salah satu inti ajaran agama Sikh adalah kepercayaan terhadap ajaran Sepuluh Guru Sikh. Hanya ada sepuluh Guru dalam agama Sikh, dan Guru pertama, Guru Nanak Dev, adalah pendiri agama ini.

Orang India, China, Mesir, dan Israel menerima pengajaran dari guru yang merupakan seorang imam atau nabi. Oleh sebab itu seorang guru sangat dihormati dan terkenal di masyarakat serta menganggap guru sebagai pembimbing untuk mendapat keselamatan dan dihormati bahkan lebih dari orang tua mereka.

Suggestion to Teach TOEFL (by Ari Prabowo)

I have been teaching English for a little more than 5 years now, 3 of of which I've spent in TOEFL prep classes (mostly Paper - Based Ones). First and foremost, I would wish you all the best for your newfound profession. On the other hand, there are several tips that I would like to point out regarding the matter of being a "test teacher".

1. Be confident.
Students often look up to their teachers for the comfort of guidance and motivation. Being humble is an admirable trait as a teacher but when a teacher is too humble than he or she might lost his/her students' faith. It is inspiring to see that a teacher is being confident in his/her skills and that inspiration often becomes the factor that brings comfort and confidence to the students. Be positive and confident, gan, because those two traits are contagious

2. Be prepared.
Darleana McHenry, a facebook acquiantance and an education expert in USA, once said to me that an hour of great class is worth 10 hours of preparation. Plan your lessons well, choose your handbook carefully, strategize on how to make the class flow, keep track of what you have been doing and what you'll do, and, last but not least, always put yourself in your students' shoes in your preparation. A well prepared class often determines the line between a good teacher and a bad teacher.

3. Be a good test teacher.
I obtained this useful tips on a webminar of EOT (English Out There) by Jason West, another facebook acquaintance. A test teacher doesn't have to be as fluent as an English native speaker and, in fact, he / she need not even take the test him / herself! Shocking? Yes.
All that one need to do to be a good test teacher is to familiarize oneself with the type of test being discussed (TOEFL, TOEIC, IELTS, G-MAT, PET, SAT, SMPTN, etc) and to be able to provide students with references and materials that are accessible and relevant. There are literally thousands of books and hundreds of website and people on the internet giving out tips and tricks on TOEFL; a myriad of resources waiting for you to dig in.

4. Know thy pupils!
Another useful tip from Jason West and the one matter that is paramount to me when starting a class is summed up in the question "What do the students need?". Many test teachers mistakenly think that these walkthrough classes have to cover all the points to ponder in the test whereas the students might not always have the time and need to do such a long tutorial. This is why diagnostic tests play a very important role (and is relevant to tip #2 & #3) in figuring out what the students need which eventually will make the knowledge transfer more effective. Don't bore the life out of the students with things they already knew.

5. To err is human, to know how to get away with it, is diplomacy.
As a teacher, there will always be times that you may be asked with a question you may not have the immediate anwswer for or when you make mistakes. Know this, chekalova : a teacher is a human being with limitations, not all native speakers of English are proficient in grammar and Indonesians are not native English speakers. It's okay to make mistakes every now and then. It is not okay to make mistakes most of the time. That's why a good test teacher prepares well; he or she isn't necessarily smarter or more intelligent than his / her students, he/she merely master the materials before the students do. After all, an anagram for "teachers" is "cheaters"
For times like these, you will have to know how to handle yourself. Keep calm and reason with your students, promise them that you will come up with an answer, keep your promises and remember to smile while doing so.

Jumat, 21 Januari 2011

Drs. H. Sujadiyono: Nikmat Seorang Pendidik

Tanyakan kepada guru, kepuasan apa yang diperoleh sebagai pendidik. Ada beragam jawaban yang bisa diperoleh. Tapi bagi Drs. H. Sujadiyono, kenikmatan yang sulit disetarakan dengan lembar-lembar rupiah bila menyaksikan terjadi perubahan pada anak didik.
Misalnya, seorang siswa baru yang semua masih diantar oleh orangtuanya, berubah menjadi mandiri. Atau, terjadi perubahan pada anak didik atas apa yang telah diajarkan kepanya. “Itu kenikamtan yang luar biasa, tidak bsa dihitung dengan materi,” tutur kepala SDN Percontohan 01 Menteng, Jakarta Pusat ini.
Memimpin sekolah yang banyak diidolakan orang tua dengan laar belakang rata-rata berpendidikan sarjana- Sujadiyono merasa dituntut untuk pandai-pandai mengelolanya. Karena itu, diperlukan upaya dan langkah konkret untuk mencapai visi dan misi yang diinginkan.
Dia menetapkan beberapa indicator untuk mencapai visi tersebut. Yakni, mengoptimalkan proses belajar mengajar, mengembangkan potensi anak, member ruang kepada orang tua dan masyarakat untuk berperan dalam proses pendidikan, di samping mengarahkan kegiatan ekstrakulikuler yang mengenangkan, dan pendidkan agama untuk anak didik.
Selain itu, kepada siswa ditanamkan budaya malu dan konsen melaksanakan aturans ekolag. Tiap pagi, guru dan anak-anak datang lebih awal, sebelum pelajaran dimulai. Mau tidak mau, sebagai kepala sekolah, dia pun melakukan hal yang sama. Setiap hari, rata-rata pukul 06.30, dia sudah tiba di sekolah. “Kalau diri kita tidak bisa, jangan ngomong dulu, “alasannya.
Pernah pada sebuah kesempatan, cerita Sudajiyono, seorang siswa yang tinggal di Bogor datang terlambat. Atas pertimbangan tempat tinggal jauh, orang tua anak minta kebijaksanaan. Tapi itu sulit dipenuhi, karena itu aturan sekolah sudah disosialisasikan lebih awal. “Nuansa itu membuat sekolah terkesan lebih prestisius.” Ujarnya.

Selasa, 18 Januari 2011

Tips Mengenalkan Huruf pada Anak Balita

Ini adalah beberapa langkah yang menarik dan sederhana yang dapat kita lakukan untuk memperkenalkan alfabet untuk anak anak kita yang berusia balita;

1. Pastikan bahwa Anda memiliki mainan atau karton yang bentuknya adalah huruf-huruf alfabet. Anda dapat membuatnya sendiri dari kotak susu atau apapun.
2. Cobalah dengan memulai untuk memperkenalkan alfabet tersebut sebagai karakter bukan dengan menyebutkan satu per satu. Sebagai contoh, Anda bisa mulai dengan mengatakan seperti ini, "Ayo, lihat ini, kita akan punya teman baru, yang pertama memiliki nama" A ", A mempunyai tiga garis-garis lurus, dll
3. Sementara memperkenalkan alfabet, biarkan anak-anak untuk menyentuh dan merasakan bentuk huruf tersebut.
4. Setelah itu, Anda dapat mencoba mengeja dan menyebutkan alfabet. Mulai dari diri Anda dan minta anak kita untuk mengulangi setelah kita. Lakukan ini 5 - 10 kali. Jangan lupa untuk tetap menunjukkan huruf apa yang kita sebutkan.
4. Setelah Anda menyelesaikannya, lanjutkan ke huruf berikutnya. Lakukan ini sampai 3-5 huruf dalam satu hari. Ulangi dan jika anak sudah tahu dan menghafal tentang huruf-huruf tersebut dengan baik, Anda dapat pergi ke 3-5 huruf berikutnya.
5. Jika anak Anda telah hafal semua huruf, Anda dapat bermain game seperti "Temukan harta karun". Anda bisa meletakkan huruf bersama-sama atau meletakkannya di tempat rahasia, dan anda meminta anak-anak untuk memilih huruf yang tepat yang sudah anda sebutkan.

Selamat mencoba .... Good Luck!

How to Introduce Alphabets to Toddler

These are some good and simple steps to introduce alphabets to toddler;
alphabet toys
1.  Make sure that you have toys or cardboard in the form of alphabets, the size is up to you. You can make it by yourself from the milk boxes or anything.

2. Try to introduce the alphabet as a character instead of mention it one by one. For example, you can start it by saying it like this; "C'mon, look at this, we're gonna have new friend, the first one has a name "A", A has three straight lines, etc.
3. While introducing the alphabet, let the children to touch and feel the form and the shape of the letters.
4. After that, you can try to spell and mention the alphabet. Start from your self then let our child to repeat after us. Do this 5 - 10 times. Don't forget to keep showing the letter
4. After you finish it, continue to the next letter. Do this until 3-5 letters in one day. Repeat it, If the child already know and memorize about the letter well, you can go to the next 3 - 5 letter.
5. If your children have memorized all the alphabets, you can play games like "Find the treasure". You can put the letters together or put it on secret places, then you ask the children to pick the right letters you mentioned.

Have a try.... Good Luck!!